thumbnail

Kopi Ijen Bondowoso

| 8/4/2024


Kalian pasti pernah minum kop... Yaaa setidaknya kalian yang bisa menemukan blog ini pasti pernah minum kopi sebelumnya. Kopi macam apa yang biasanya kalian minum? st*rbuck? kafe di mall? starling? atau mungkin kopi sachet di warung?. Yaa aku juga pernah minum kopi di tempat-tempat itu dan aku tidak ada masalah dengan rasanya. Namun itu semua berubah setelah aku mencoba dengan lidahku sendiri secangkir kopi yang sebenar-benarnya kopi.

Ya Kopi Ijen Bondowoso. Kopi yang ternyata cukup terkenal di kalangan pecinta kopi. Kopi yang ternyata menyuplai sebagian dari kebutuhan kopi di pulau jawa (bahkan hingga seluruh indonesia).

Sore itu aku berkunjung ke sebuah desa di kecamatan Sumberwringin, Bondowoso untuk mengambil barang yang akan digunakan pada program kerja KKN ku. Barang tersebut dipinjamkan oleh salah satu petani kopi di desa tersebut yang merupakan kenalan dari temanku.

Singkat cerita temanku mengajakku untuk mencoba membuat kopi di bar kenalannya. Tentu saja aku tertarik karena aku memang suka melakukan hal baru (okey aku pernah mencoba membuat kopi sebelumnya di Jogja tapi apa salahnya mencoba lagi). Awalnya kami ingin mencoba membuat V60 namun ternyata kertas filternya habis sehingga kami memilih menggunakan french press.

French press sebenarnya tidak terlalu beda dengan kopi tubruk biasa. Kita hanya perlu menyiapkan bubuk kopi ke dalam alat press, tambahkan gula sesuai selera, tambahkan air panas, tunggu beberapa saat, lalu press hingga ampas kopi terpisah dengan larutan kopi (yupp bagian ini yang membedakan french press dengan kopi tubruk biasa).

Cukup mudah namun karena tidak satupun dari kami yang pernah melakukannya, cara yang dilakukan bisa dibilang kurang tepat dimana setelah ditambahkan air kami langsung melakukan press. Oleh karena itu rasa yang dihasilkan berbeda antara bagian atas dan bawah karena gula dan kopi tidak tercampur dengan baik.

Tapi tanpa diduga ternyata itu adalah titik balik pemikiranku tentang kopi. Walaupun diolah dengan cara yang salah, ternyata rasa yang dihasilkan tidak bisa dianggap remeh. Rasa kopi yang belum pernah kutemui sebelumnya. Bukan rasa kopi di Taman Komunikasi Jogjakarta yang kuanggap paling enak sebelumnya, bukan rasa kopi di Toko Alat kopi yang menjadi kopi manual brew pertamaku. Benar-benar rasa kopi yang spesial dan melebur dengan indah di lidahku.

Tapi memang tidak aneh lagi karena daerah tersebut memang salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia. Salah satu tempat yang telah diakui kualitas kopinya. Yang mungkin bagi orang sepertiku tempat tersebut adalah surganya kopi yang minimal sekali seumur hidup harus didatangi.